Sabtu, 22 Juni 2013

Komunikasi dalam organisasi

PERANAN  KOMUNIKASI  DALAM  ORGANISASI


Proses komunikasi adalah proses yang menggambarkan kegiatan komunikasi antar manusia yang bersifat interaktif, relasional, dan transaksional dimana komunikator mengirimkan pesan kepada komunikan melalui media tertentu dengan maksud dan tujuan tertentu. Sejalan dengan pendapat Gibson (1994) proses komunikasi terdiri dari lima unsur yakni: Komunikator, pesan, perantara, penerima, dan balikan. Adapun Lasswell (1984), yaitu orang pertama yang mengajukan model proses komunikasi membuat formula sebagai berikut: Siapa, mengatakan apa, bagaimana caranya, kepada siapa, dan apa hasilnya. Sementara Berlo (1960) menggambarkan proses komunikasi terdiri dari tujuh elemen yakni:
1) Sumber komunikasi
2) Pengkodean
3) Pesan
4) Saluran
5) Pengkodean
6) Penerima
7) Umpan balik

          Dalam konteks organisasi, proses komunikasi di atas yang digambarkan lewat model sehingga dapat disimpulkan bahwa, komunikasi merupakan aktivitas yang menghubungkan antarmanusia dan antar kelompok dalam sebuah organisasi. Komunikasi antar individu dan kelompok/tim dalam organisasi menciptakan harapan. Harapan ini kemudian akan menghasilkan peranan-peranan tertentu yang harus diemban untuk mencapai tujuan bersama/ organisasi. Agar pimpinan dapat mempengaruhi dan memotivasi para pekerja/karyawan agar secara bersama-sama mewujudkan tujuan organiasasi maka perlu dikembangkan sistem komunikasi yang efektif. Apabila komunikasi efektif, ia dapat mendorong timbulnya prestasi kerja dan kemudian akan memunculkan kepuasan kerja.


A.          Defenisi  Fungsional Komunikasi Organisasi
          Komunikasi Organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.
          Gambar di bawah ini melukiskan konsep suatu sistem komunikasi organisasi. Garis yang putusputus melukiskan gagasan bahwa hubungan-hubungan ditentukan secara alami; hubunganhubungan itu juga menunjukkan bahwa struktur suatu organisasi bersifat luwes dan mungkin berubah sebagai respons terhadap kekuatan-kekuatan lingkungan yang internal dan eksternal.

Komunikasi organisasi terjadi kapan pun, setidak-tidaknya satu orang yang menduduki suatu jabatan dalam suatu organisasi menafsirkan suatu pertunjukkan. Karena fokusnya adalah komunikasi di antara anggota-anggota suatu organisasi. Analisi komunikasi organisasi menyangkut penelaahan atas banyak transaksi yang terjadi secara simultan.


B.          Unit Komunikasi
                Suatu sistem didefinisikan oleh Pool [1973] sebagai “setiap entitas berkelanjutan yang mampu berada dalam duakeadaan atau lebih” . Dalam suatu sistem komunikasi, keadaan itu adalah hubungan antara orang-orang. Dalam suatu sistem komunikasi organisasi keadaan tsb adalah hubungan antara orang-orang dalam jabatan-jabatan [posisi-posisi] . Unit mendasar komunikasi organisasi adalah seseorang dalam suatu jabatan. Orang bisa disosialisasikan oleh jabatan, menciptakan suatu lingkaran yang lebih sesuai dengan keadaan jabatan, pada saat yang sama jabatan tsb dipersonalisasikan, menghasilkan suatu figur atau gambar yang sesuai dengan eadaan orang tsb. Bila kita melihat apa yang terjadi ketika seseorang terlibat dalam komunikasi, kita menemukan bahwa terdapat dua bentuk umum tindakan yang terjadi :
1. Penciptaan pesan atau, lebih tepatnya, penciptaan pertunjukkan [to display menurut Random House Dictionary of The English Language 1987 : anda membawa sesuatu untuk diperhatikan seseorang atau orang lain; menyebarkan seseuatu sehingga sesuatu tsb dapat terlihat secara lengkap dan menyenangkan] .
2. Penafsiran pesan atau penafsiran pertunjukkan [to intepret : menguraikan atau  memahami sesuatu dengan suatu cara tertentu].

          Secara teknis, seseorang tidak dapat menghindari untuk menunjukkan pesan. Apa yang anda tunjukkan atau tempatkan sehingga terlihat jelas memang merepresentasikan anda. Anda adalah “suatu pertunjukkan pesan yang berjalan”. Hal yang sama dapat diterapkan kepada kantor atau hotel anda. Kantor atau hotel adalah suatu pertunjukkan-pesan bagi mereka yang mengunjunginya.

C.            Proses Komunikasi dan Jaringan Komunikasi
1.     Proses Komunikasi
A.      Komunikasi Internal
Pertukaran gagasan di antara para administrator dan karyawan dalam suatu perusahaan, dalam struktur lengkap yang khas disertai pertukaran gagasan secara horisontal dan vertikal di dalam perusahaan, sehingga pekerjaan berjalan [operasi dan manajemen] [lihat skema Internal Audience].  Dua dimensi komunikasi internal :

A.   KOMUNIKASI VERTIKAL
Komunikasi dari pimpinan ke staff, dan dari staf ke pimpinan dengan cara timbal  balik [two way traffic communication].
Downward Communication.  Komunikasi atas ke bawah. Contoh pimpinan memberikan instruksi, petunjuk, informasi, penjelasan, perintah, pengumuman, rapat, majalah intern [lihat contoh skema]
Upward communication . dari bawah ke atas. Contoh staf memberikan laporan, saran-saran, pengaduan, kritikan, kotak saran, dsb kepada pimpinan [lihat contoh skema]
          Hambatannya adalah apabila saluran komunikasi dalam organisasi tidak berjalan atau digunakan sebagaimana mestinya, karena hal ini berpengaruh terhadap operasional organisasi [perusahaan]. Organisasi terdiri atas sejumlah orang; melibatkan keadaan saling bergantung; kebergantungan memerlukan koordinasi; koordinasi mensyaratkan komunikasi. Interkasi antara pimpinan organisasi [top manajer dengan middle manager] dengan audience di luar organisasi.
Manajer = pemimpin organisasi [swasta, BUMN atau pemerintah] peranannya dapat berpengaruh terhadap internal public[karyawan] dan external public [di luar organisasi, tetapi ada pengaruhnya]
1. Peranan Antarpersona [Interpersonal Role]
" Peranan Tokoh [figurhead role]
" Peranan Pemimpin [leader role]
" Peranan Penghubung [liaison role]
2. Peranan Informasional [Informational Role]
" Peranan Monitor [monitor role]
" Peranan Penyebar [disseminator role]
" Peranan Jurubicara [spokesman role]
3. Peranan Memutuskan [Decisional Role]
" Peranan Wiraswasta [enterpreneur role]
" Peranan Pengendali Gangguan [distrurbance handler role]
" Peranan Penentu Sumber [resource allocator role]
" Peranan Perunding [negotiator role]



B.   Komunikasi Eksternal
Komunikasi antara pimpinan organisasi [perusahaan] dengan khalayak audience di luar organisasi. [lihat skema ekternalaudience]
1.    " Komunikasi dari organisasi kepada khalayak ! bersifat informatif Majalah, Press release/ media release, Artikel surat kabar atau majalah, Pidato, Brosur, Poster, Konferensi pers, dll
2.    " Komunikasi dari khalayak kepada organisasi
         
                                           
2.     Jaringan  Komunikasi
Menurut De Vito (1997), jaringan komunikasi adalah saluran yang digunakan untuk meneruskan pesan dari satu orang ke orang lain dalam organisasi. Jaringan organisasi ini berbeda besar dan strukturnya pada masing-masing organisasi, dan biasanya disesuaikan dengan kepentingan dan tujuan organisasi tersebut. Secara umum jaringan komunikasi dapat dibedakan atas dua bagian yaitu:
1) jaringan komunikasi Formal dan
2)  jaringan komunikasi Informal. Dengan kata lain hubungan yang terjadi dalam organisasi dapat terjadi secara formal dan informal.

1) Komunikasi formal adalah komunikasi yang terjadi diantara para anggota organisasi yang secara tegas telah direncanakan dan ditentukan dalam struktur organisasi formal. Komunikasi formal ini mencakup susunan tingkah laku organisasi, pembagian departemen atau tanggung jawab tertentu, posisi jabatan, dan distribusi pekerjaan.Ada tiga bentuk arus komunikasi dalam jaringan komunikasi formal seperti yang tertera dalam struktur yakni:
1. Downward communication (komunikasi ke bawah)
2. Upward communication (komunikasi ke atas)
3. Horizontal communication (komunikasi horizontal).
1.      Komunikasi ke Bawah
Komunikasi ke bawah menunjukkan arus pesan yang mengalir dari atas ke bawah. Komunikasi ke bawah biasanya diberikan oleh pimpinan kepada bawahan atau kepada para anggota organisasi dengan tujuan untuk memberikan pengertian mengenai apa yang harus dikerjakan oleh para anggota sesuai dengan kedudukannya. Pesan-pesan tersebut dapat dijalankan melalui kegiatan: Pengarahan, petunjuk, perintah, teguran, penghargaan, dan keterangan umum. Menurut Lewis (dalam Arni, 2002), komunikasi ke bawah juga dimaksudkan untuk merubah sikap, membentuk pendapat, mengurangi ketakutan, dan kecurigaan yang timbul karena salah informasi, dan mempersiapkan anggota organisasi untuk
menyesuaikan diri dengan perubahan. Komunikasi ke bawah ini dapat diberikan secara lisan, tertulis, dengan gambar atau simbolsimbol, dalam bentuk surat edaran, pengumuman atau buku-buku pedoman karyawan/anggota.
2.      Komunikasi ke Atas
Komunikasi ke atas adalah pesan yang mengalir dari bawah ke atas, yakni pesan yang disampaikan oleh para anggota organisasi/ bawahan kepada pimpinan. Komunikasi ini dimaksudkan untuk memberikan masukan, saran atau bahan-bahan yang diperlukan oleh pimpinan agar pimpinan dapat melaksanakan fungsi dengan sebaik-baiknya. Selain itu komunikasi ke atas ini juga menjadi saluran bagi para anggota/karyawan untuk menyampaikan pikiran, perasaan yang berkaitan dengan tugas-tugasnya. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan: pemberian laporan, pemberian saran/pendapat, baik secara lisan,
tertulis atau dengan menggunakan simbol dan gambar.
3.      Komunikasi Horizontal
Komunikasi horizontal atau mendatar terjadi diantara orang-orang yang mempunyai kedudukan sederajat atau satu level. Pesan yang disampaikan biasanya berhubungan dengan tugas-tugas, tujuan kemanusiaan, saling memberi informasi, penyelesaian konflik, dan koordinasi. Koordinasi diperlukan untuk mencegah tendensitendensi, selain itu juga dimaksudkan untuk memelihara keharmonisan dalam organisasi. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara; rapatrapat komite, interaksi informal, memo dan nota, dan lain-lain.

2) Komunikasi Informal adalah komunikasi yang terjadi diantara para anggota organisasi atas dasar kehendak pribadi, tanpa memperhatikan posisi/kedudukan mereka dalam organisasi. Informasi dalam komunikasi informal ini mengalir ke atas, ke bawah, atau secara
horizontal, dan ini terjadi jika komunikasi formal kurang memuaskan anggota akan informasi yang diperlukan. Komunikasi informal disebut juga dengan grapevine (desas desus) cenderung berisi laporan rahasia mengenai orang, atau kejadiankejadian di luar dari arus informasi yang mengalir secara resmi. Namun walaupun informasinya bersifat informal, grapevine ini bermanfaat bagi organisasi. .


D.                Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi
          Sebuah organisasi akan bubar karena ketiadaan komunikasi. Coba bayangkan jika komunikasi tidak ada dalam organisasi? Para karyawan tidak akan tahu apa yang akan dikakukannya dan apa yang dikerjakan rekannya. Pemimpin tidak bisa memberikan instruksi dan menerima masukan dari bawahannya. Koordinasi tidak berjalan, kerja sama tidak terjadi, masingmasing orang tidak dapat mengkomunikasikan perasaannya, kebutuhannya, masalah yang dihadapinya dalam pekerjaan kepada rekannya/ timnya, suvervisornya atau kepada pimpinannya. Komunikasi merupakan aktivitas yang menghubungkan antar manusia dan antar kelompok dalam sebuah organisasi. Kalau berbicara tentang komunikasi organisasi maka yang terbayang adalah peranan dan status dari setiap orang dalam organisasi, karena peranan dan status itu juga menentukan cara seseorang berkomunikasi dengan orang lain.  Jika jenis dan pembagian pekerjaan demikian banyak, beragam, dan berbeda-beda, maka dibutuhkan sebuah jalinan. Jalinan yang dimaksud di sini adalah komunikasi. Komunikasi antara seorang pimpinan dengan bawahan, antara bawahan dengan atasan, atau komunikasi sesama bawahan. Dalam komunikasi organisasi ini dikenal dengan istilah Downward communication, Upward communication, dan Horizontal communication.
Menurut Scott dan T.R. Mitchell (1976) komunikasi mempunyai empat fungsi dalam organisasi, yakni:
 1) kendali (kontrol/ pengawasan),
 2) motivasi,  
3) pengungkapan emosional, dan
 4) informasi.
Sebenarnya banyak  sekali hasil penelitian para ahli yang menemukan fungsi komunikasi (pesan) dalam organisasi.  
 Sedangkan menurut Thayer ada lima yaitu:
1.          untuk memberi informasi,
2.          membujuk,
3.         memerintah,
4.          memberi instruksi, dan
5.         mengintegrasikan organisasi.
Terakhir Greenbaumn mengemukakan bahwa fungsinya adalah untuk mengatur, untuk melakukan pembaruan, integrasi, memberikan informasi dan instruksi.



          Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Komunikasi adalah proses penyampaian informasi dari seseorang kepada orang lain dalam lingkungan oraganisasi. Dalam penyelengaraan organisasi komunikasi sangat diperlukan sebab dengan komunikasi akan muncul hal-hal positif seperti:
1. Timbulnya kemahiran dalam bekerja.
2. Timbulnya semangat dalam bekerja.
3. Timbulnya kerja sama.
Dengan adanya hal-hal positif di atas, maka dalam sebuah organisasi, komunikasi harus terselenggara dengan baik dan efektif. Komunikasi dapat dikatakan berjalan baik dan efektif apabila setiap anggota memperoleh keterangan-keterangan yang jelas dalam melaksanakan pekerjaannya. Lewat komunikasi rasa ingin tahu dapat tersalurkan, hal ini mampu mendorong semangat kerja. Selain itu komunikasi juga membantu menyatukan anggota organsisasi untuk bekerja sama. Oleh karena itu komunikasi mutlak diperlukan demi tercapainya tujuan organisasi.


Referensi:
http://surantasainstechno.blogspot.com/2012/04/makalah-peran-komunikasi-dalam.html 

Kamis, 20 Juni 2013

KUTIPAN STEVE JOB

KUTIPAN STEVE JOB

Kutipan Steve Jobs

Dalam kesempatan kali ini, saya ingin menulis sebuah quotes atau kutipan dari seorang tokoh bisnis,mantan ketua CEO Apple Inc beliau adalah Steven Paul “Steve” Jobs atau biasa dikenal dengan steve jobs. Berikut adalah quotes atau kutipan dari tokoh tersebut ; “If you want to live your life in a creative way, as an artist, you have to not look back too much. You have to be willing to take whatever you’ve done and whoever you were and throw them away.“  yang berarti ; “Jika Anda ingin hidup Anda dengan cara yang kreatif, sebagai seorang seniman, Anda tidak harus melihat ke belakang terlalu lama. Anda harus bersedia menerima apa pun yang telah Anda pilih dan siapa Anda dimasa lalu yang tidak perlu di ingat dan anda harus membuang pikiran tersebut untuk mencapai tujuan anda di masa depan.” Quotes atau kutipan ini menjadi acuan saya dalam menjalani hidup saat ini. Berikut adalah  kutipan motivasi untuk menjalani hidup yang saya ambil dari tokoh tersebut.
Jika anda mempunyai suatu cita cita atau impian raih lah dengan penuh semangat dan jangan pernah putus asa sampai semua impian anda tercapai. Jangan mendengarkan kata kata orang lain yang ingin menjatuhkan anda dan yang dapat membuat anda putus asa. Focus kedepan (tujuan) anda dan jangan melihat kebelakang yang membuat anda tidak teguh pada pendirian dan jadikan kata kata orang lain yang ingin menjatuhkan anda sebagai motivasi dan untuk mengintropeksi diri anda dalam tercapainya semua impian anda.
Dalam mencapai sesuatu impian, anda harus berani mengambil segala resiko yang datang menghampiri anda dengan optimis dan penuh percaya diri dan dengan keyakinan bahwa anda dapat melakukan nya. Jika sudah memilih impian atau cita cita yang anda rasa sudah baik tetapi dalam perjalanan mengalami suatu halangan dan rintangan anda merasa tidak sanggup dalam menjalankan nya anda harus tetap bersabar dan ikhlas dalam menjalankan nya karena itu sudah menjadi pilihan anda sejak awal jadi nikmati saja dengan hati yang lapang.
Jika anda dalam mencapai suatu impian atau cita-cita anda merasa sudah tidak kuat dalam menjalankan nya atau menyerah, coba lah anda melihat kebelakang dan bayangkan sudah sejauh mana anda melangkah dalam mencapai impian tersebut sudah terlalu jauh, lihat betapa banyak orang di sekitar anda yang sudah memotivasi dan menyemangati anda sampai sejauh ini.
Saat anda mengalami kegagalan dalam mencapai sebuah impian jangan lah anda menyerah untuk mencoba lagi dan terus berusaha agar impian itu tercapai. Dan apabila semua impian anda sudah tercapai ingatlah orang-orang yang ada disekitar anda yang sudah mendukung dan memberi semangat saat anda berusaha meraih impian. Ketika anda sudah meraih impian anda janganlah anda melupakan semua dukungan yang telah diberikaan oleh orang –orang yang ada disekitar anda.

10 TRIK PRESENTASI ALA STEVE JOBS

Steve Jobs: 10 presentasi tips dari Raja

Khas gaya presentasi Steve Jobs ‘mengubah permainan untuk orang lain. Presentasi Macworld Nya sebagai penting bagian dari merek sebagai nya toko-toko Apple licin atau teknologi itu sendiri. Nama lain presenter perusahaan yang pidato membawa arti yang sama memimpin-up antisipasi. Tampak sederhana, presentasi Jobs menunjukkan perintah ahli dari theatrecraft, mendongeng dan decluttering.
Berikut adalah 10 tips yang berguna dari sekolah Jobs Steve presentasi ..
1. Gairah untuk subjek Jobs adalah seorang pria yang sedang menjalankan misi. Dia terkenal headhunted Pepsi bos John Sculley dengan baris “Apakah Anda ingin menghabiskan sisa hidup Anda menjual air gula, atau apakah Anda ingin mengubah dunia? “gairah itu datang di dalam presentasi nya. Anda bisa melihatnya di matanya.
2. Jangan menulis dengan perangkat lunak presentasi Jobs akan sketsa aliran presentasinya tua-sekolah, dengan menggunakan analog pena / teknologi kertas. Ia diplot elemen cerita penting seperti penulis naskah film.
Menyiapkan karakter, menciptakan drama, mengungkapkan produk sebagai pahlawan. Hanya ketika cerita itu terkunci dalam akan mereka membuat presentasi grafis.
3. Tidak ada jargon digunakan Jobs tidak ada klise yang menggoda pidato perusahaan, khususnya di bidang IT. Tidak “Solusi kelas enterprise mulus”. Tidak ada “best of breed”.Hanya obrolan percakapan dengan cara apapun manusia normal akan berbicara. Pesan bawah sadar: mudah untuk orang-orang sehari-hari menggunakan produk ini.
4. Tetapi jelaslah poin Bullet kekacauan adalah cara benar-benar didiskreditkan berkomunikasi dengan penonton. Sekarang seperti meminta seseorang untuk menghafal daftar belanja. Sial, lupa susu! Grafis Jobs ‘yang digunakan satu titik pendek pada waktu, bekerja sama dengan foto berkualitas, yang terus penonton fokus dan memungkinkan pesan meresap Tidak pernah bar hadir logo, acara sertifikasi, swooshes atau kekacauan lainnya.
5. Jangan takut untuk membuat musuh Ketika Jobs meluncurkan iPad, ia dibingkai argumen dengan memulai dengan Netbooks: “hanya PC murah yang tidak melakukan apa-apa dengan baik”. Banyak orang akan memberitahu Anda bahwa semua negatif pesan yang buruk. Saran itu, meskipun bermaksud baik, hanya salah. Jika produk Anda adalah solusi untuk masalah, Anda sebaiknya menguraikan dengan jelas betapa menjengkelkan masalah itu.
6. Dimengerti instan presenter bisnis rata-rata Anda akan mengumumkan Macbook Air dengan slide membual “Akhirnya, solusi laptop yang hanya 17mm mendalam pada titik terlebar!” Yawn. Jobs berjalan di atas panggung dengan amplop manila bisnis ramping dan menarik laptop dari itu. Brilliant showbiz. Belum lagi terjangkau props anggaran. Setiap fakta dibuat hidup. “16GB” membosankan. “8.000 lagu” menakjubkan.
7. Tidak ada Lecterns podium adalah penghambat komunikasi, dan menyebabkan kusam, presentasi statis. Dengan membolos podium dan catatan, Jobs mampu menyajikan dengan cara yang menciptakan ikatan yang lebih kuat dengan penonton.
8. Latihan Epic Alasan presentasi Jobs tampak begitu mudah adalah upaya besar ia dimasukkan ke dalam balik adegan. Maniak rinci terkenal, ia akan menghabiskan dua hari berlatih pidato Macworld dengan di-rumah penonton, fine-tuning, pemangkasan kelebihan detail, menyempurnakan timing slide, merasa nyaman dengan setiap gerakan.
9. Sebuah panggung khas terlihat Apple panggung terlihat selalu konsisten. Anda bisa melihat foto dari sebuah panggung kosong tanpa logo dan masih tahu siapa acara itu, hanya dari tata letak warna, font dan panggung. Apple panggung terlihat memiliki kesederhanaan Zen untuk mencocokkan produk mereka. Konstan bahkan Jobs skivvy-dan-Ayah-jins tampak mengatur Apple terpisah dari dunia usaha.
10. Jangan takut layar kosong Jika tidak ada visual yang berjalan dengan kata-kata pada setiap titik, pergi ke kosong layar. PowerPoint pengguna dapat melakukan ini dengan menekan tombol B. Hal ini menciptakan fokus yang kuat pada Anda, presenter, tanpa gangguan. Ketika gambar kembali, mereka memiliki dampak yang lebih.sumber:

http://www.paardekooper.co.nz/uploads/93634/files/Steve_Jobs_-_10_presentation_tips.pdf