Minggu, 12 Oktober 2014

Karakteristik Informasi yang Bernilai



KARAKTERISTIK INFORMASI YANG BERNILAI
Salah satu dinamika informasi dalam era global menunjukkan bahwa informasi dari suatu negara dapat dikirim dan diterima oleh negara lain dalam waktu relatif singkat. Informasi yang diterima merupakan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, tepat waktu dan akurat. Informasi ini pada dasarnya bersumber dari data yang sudah diolah, sehingga mempunyai nilai tambah bagai penerimanya (Koswara, 1998: 3).
Semua orang dari semua umur dan pekerjaan memerlukan informasi untuk mendukung pekerjaan sehari-hari. Informasi menjadi bahan atau bahkan komoditas yang sangat unggul dalam pola kehidupan manusia. Tanpa informasi, manusia tidak bisa berperan banyak dalam lingkungannya. Semua kegiatan membutuhkan informasi yang tepat supaya arah kegiatan tersebut bisa dikendalikan dengan baik sesuai dengan tujuan dan pengelolaan kegiatan yang bersangkutan (Yusup, 1995: 2).

Data, Informasi, dan Pengetahuan
Teskey (Pendit dalam Rosita, 2006: 27) membedakan data, informasi, dan pengetahuan sebagai berikut:
1.   Data adalah hasil observasi langsung terhadap suatu kejadian atau kedadaan, data merupakan entitas yang dilengkapi dengan nilai tertentu. Entitas ini merupakan pertambangan yang mewakili objek atau konsep dalam dunia nyata.
2.   Informasi adalah kumpulan data yang terstruktur untuk memperlihatkan adanya hubungan entitas tersebut.
3.   Pengetahuan adalah model yang digunakan manusia untuk memahami dunia, dan yang dapat diubah-ubah oleh informasi yang diterima pikiran manusia.

Data
            Secara konseptual, data adalah deskripsi tentang benda, kejadia, aktivitas, dan transaksi, yang tidak mempunyai makna atau tidak berpengaruh secara langsung kepada pemakai (Kadir, 2003: 29).
            Data dapat berupa nilai yang terformat, teks, citra, audio, dan video. Nilai yang terformat adalah data dengan suatu format tertentu. Misalnya data yang menyatakan tanggal atau jam, atau menyatakan nilai mata uang. Teks adalah sederetan huruf, angka, dan symbol-simbol khusus (misalnya + dan $) yang kombinasinya tidak tergantung pada masing-masing item secara individual. Citra (image) adalah data dalam bentuk gambar. Citra dapat berupa grafik, foto, hasil roentgen, dan tanda tangan, ataupun gambar lain. Audio adalah data dalam bentuk suara. Instrument musik, suara orang atau suara binatang, gemercik air, detak jantung merupakan beberapa contoh data audio. Video menyatakan data dalam bentuk sejumlah gambar yang bergerak dan bisa saja dilengkapi dengan suara. Video dapat digunakan untuk mengabdikan suatu kejadian atau aktivitas (Kadir, 2003: 29 – 31).

Informasi
Dari sudut pandang dunia perpustakaan, informasi adalah suatu rekaman fenomena yang diamati, atau bisa juga berupa putusan-putusan yang dibuat seseorang (Estabrook dalam Yusup, 2001: 20).
Menurut Davis (dalam Kadir, 2003: 31), informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang. Definisi tersebut merupakan definisi informasi dalam pemakaian system informasi.
Dus, Wersig, dan Neveling (Pendit, 2003: 33) melihat informasi sebagai struktur, proses, pesan, pengetahuan, makna dan efek. Buckland (Pendit, 2003: 33) mambagi informasi menjadi sesuatu (a thing) dalam bentuk pengetahuan yang terekam, selain pengetahuan yang secara pribadi dipegang oleh seseorang dan sebagai proses, yaitu ketika seseorang menjadi terinformasi (being informed) dan mengalami perubahan dalam pengetahuannya.

Pengetahuan
Pengetahuan (knowledge) adalah kombinasi dari naluri, gagasan, aturan, dan prosedur yang mengarahkan tindakan atau keputusan (Alter dalam Kadir, 2003: 34). Sebagai gambaran, informasi yang dipadukan dengan pengalaman masa lalu dan keahlian akan memberikan suatu pengetahuan yang tentu saja memiliki nilai yang tinggi. Sebuah gambaran antara hubungan antara data, informasi, dan pengetahuan ditunjukkan pada gambar berikut (Kadir, 2003: 34).

Ciri Informasi
Menurut Davis (1991: 29 – 30) informasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.  Benar atau salah. Ini dapat berhubungan dengan realitas atau tidak. Bila penerima informasi yang salah mempercayainya, akibatnya sama seperti yang benar.
2.  Baru. Informasi dapat samasekali baru dan segar bagi penerimanya.
3.  Tambahan. Informasi dapat memperbaharui atau memberikan tambahan baru pada informasi yang telah ada.
4.   Korektif. Informasi dapat menjadi suatu koreksi atas informasi salah atau palsu sebelumnya.
5.   Penegas. Informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada. Ini masih berguna karena meningkatkan persepsi penerimanya atas kebenaran informasi tersebut.

Nilai Informasi
            Nilai informasi berkaitan dengan bentuk data yang disajikan, apakah berbentuk pita magnetik, buku, jurnal, abstrak, bentuk isian, disk, dan sebagainya (Suryana dalam Koswara, 1998: 102).
            Pada umumnya nilai informasi harus mencakup (Suryana dalam Koswara, 1998: 102):
1.      Isi informasi (luas bidang cakupan)
2.      Kecermatan pembuatan dan format penyajian
3.      Kemutakhiran informasi (up-to-dateness)
4.      Kualitas informasi (kredibilitas dan akseptibilitas)
5.      Frekuensi penyajian informasi
Untuk mengetahui atau menentukan nilai dari suatu informasi, dapat dikaitkan dengan sepuluh sifat-sifat berikut (Siagian dalam Sobur, 2004: 29):
1.   Mudah diperoleh. Suatu informasi makin dinilai jika dapat diperoleh dalam waktu yang cepat dan mudah.
2.   Luas dan lengkap informasinya. Hal ini menyangkut selain isi/volume informasi juga kegunaan dalam pengambilan keputusan. Sifat ini sangat kabur sehingga sulit mengukurnya.
3.   Ketelitian. Berhubungan dengan tingkat kesalahan pengolahan informasi. Maksudnya apakah informasi yang diterima dapat benar seluruhnya atau sebagian atau tidak benar sama sekali.
4.   Kecocokan. Mengaitkan informasi dengan masalah yang dihadapi. Artinya, kalau informasi yang masuk dapat berguna dalam menyelesaikan masalah yang ada maka dikatakan informasi itu cocok.
5.   Ketepatan waktu. Berkaitan dengan lamanya waktu yang harus dilalui sebelum suatu data menjadi informasi.
6.   Kejelasan. Menunjukkan sifat mudahnya informasi dipahami, dalam arti informasi perlu dibersihkan dari istilah-istilah yang kurang jelas.
7.   Keluwesan. Berkaitan dengan kegunaan informasi untuk berbagai pengambilan keputusan. Makin banyak keputusan yang diambil dari suatu informasi makin luwes informasi tersebut.
8.   Dapat dibuktikan. Berkaitan dengan tepat tidaknya informasi itu diuji kebenarannya oleh beberapa orang sehingga dapat memperoleh kesimpulan yang sama.
9.   Bebas dari prasangka. Informasi semakin bernilai jika didalamnya tidak dimasukkan unsur opini, sebab dengan memasukkan unsur opini maka informasi bersifat bias.
10. Dapat dilacak kebenarannya. Sifat ini mengacu pada keinginan agar informasi berasal dari kekayaan riil, bukan kabar angin, desas-desus, dan sebagainya, yang tidak dapat digali kebenarannya atau sumbernya.

Komponen atau Jenis Informasi
            Menurut Muchyidin (dalam Koswara, 1998: 139) informasi memiliki enam komponen yang masing-masing memiliki sifat, karakteristik, dan kekhasannya masing-masing. Adapun keenam komponen atau jenis informasi tersebut adalah:
1.      Absolute information, merupakan ‘pohonnya’ informasi, yaitu jenis informasi yang disajikan dengan suatu jaminan dan tidak membutuhkan penjelasan lebih lanjut.
2.      Substitutional information, yaitu jenis informasi yang merujuk kepada kasus dimana konsep informasi digunakan untuk sejumlah informasi. Dalam pengertian ini, informasi kadangkala digantikan dengan istilah ‘komunikasi’.
3.      Philosophic information, yaitu jenis informasi yang berkaitan dengan konsep-konsep yang menghubungkan informasi pada pengetahuan dan kebijakan.
4.      Subjective information, yaitu jenis informasi yang berkaitan dengan perasaan dan emosi manusia. Kehadiran informasi ini bergantung pada orang yang menyajikannya.
5.      Objective information, yaitu jenis informasi yang merujuk pada karakter logis informasi-informasi tertentu.
6.       Cultural information, yaitu informasi yang memberikan tekanan pada dimensi kultural.

Sumber :
 http://encangsaepudin.wordpress.com/2009/01/05/alur-data-sampai-informasi-yang-bernilai/

Komponen Sistem Informasi Akuntansi



KOMPONEN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Komponen sistem informasi akuntansi, diantaranya sebagai berikut:
1.      Goal and objective pada tiap-tiap Sistem Informasi Akuntansi didesain untuk mencapai tujuan tertentu.
2.    Input, data harus digabungkan dan dimasukkan sebagai input pada suatu sistem, pada SIA input umumnya berupa data transaksi dan jurnal entry.
3.    Output,merupakan informasi yang dihasilkan oleh sistem, output pada sistem yang dimasukan kembali kedalam sistem sebagai input disebut feedback.
4.    Data Storege, merupakan tempat penyimpanan data pada Sistem Informasi Akuntansi.

Contoh SIA sebagai pusat informasi perusahaan :
Bagian pemasaran mempertimbangkan untuk memperkenalkan jenis produk baru dalam jajaran produksi perusahaan, untuk itu bagian tersebut meminta laporan analisa perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh dari usulan produk baru tersebut
Bagian SIA memproyeksikan perkiraan biaya dan perkiraan pendapatan yang berhubungan dengan produk tersebut, kemudian data yang diperoleh diproses oleh EDP. Setelah diproses hasilnya dikembalikan ke bagian SIA untuk kemudian diberikan ke bagian pemasaran.
Selanjutnya kedua bagian akan merundingkan hasil analisa tersebut untuk dicari keputusan yang sesuai.
Dari contoh diatas dapat ditemukan 2 aspek yang berhubungan dengan sistem bisnis modern yaitu :
1. Pentingnya komunikasi antar departemen/subsystem yang mengarah untuk tercapainya suatu keputusan.
2. Peranan SIA dalam menghasilkan informasi yang dapat membantu departemen lainnya untuk mengambil keputusan.



Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh SIA dibedakan menjadi 2, yaitu :
- informasi akuntansi keuangan, Informasi yang berbentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak extern.
- Informasi Akuntansi Manajemen, informasi yang berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.

Sumber :


Sistem Informasi Akuntansi



SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)
Pengertian SIA
Sistem adalah sekumpulan dari bagian-bagian yang saling bergantung satu sama lain yang menyelesaikan suatu tujuan yang spesifik (Mascove dan Simki, 1994). Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan berarti bagi yang menerimanya. Kaitannya dengan SIA, informasi diartikan sebagai laporan laba rugi, laporan unsure piutang, tagihan untuk konsumen. Akuntansi adalah pencatatan data ekonomi, pemeliharaan data dan penyajian informasi keuangan (berguna untuk mengetahui kinerja operasi bisnis dalamsuatu periode). Jadi Sistem informasi akuntansi adalah sekelompok struktur dalam sebuah entitas yang mengelola sumber daya fisik dan sumber daya lain untuk mengubah data ekonomi menjadi informasi akuntansi, agar dapat memenuhi kebutuhan informasi berbagai pihak.

Pengertian SIA menurut para ahli adalah :
·    Menurut Wilkonson (1991), SIA merupakan suatau kerangka pengkoordinasian sumberdaya (data, materials, equipment, suppliers, personal, and funds)  untuk mengonversi input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan suatu entitas danmenyediakan informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan.
·   Gelines, Orams dan Wiggins (1997), SIA adalah sebagai subsistem khususdari sistem informasi manajemen yang tujuannya adalah menghimpun,memproses dan melaporkan informasi yang berkaitan dengan transaksi keuangan.

Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi :
·           SIA melakasanakan tugas yang diperlukan
·           Berpegang pada prosedur yang relatif standar
·           Menangani data rinci
·           Berfokus historis
·           Menyediakan informasi pemecahan minimal

Fungsi Sistem Informasi Akuntansi pada sebuah organisasi antara lain: 
· Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
·Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
·Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 3 subsistem:
·Sistem pemrosesan transaksi, mendukung proses operasi bisnis harian.
·Sistem buku besar/pelaporan keuangan, menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
· Sistem pelaporan manajemen, yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.


Sumber :
http://www.academia.edu/5753946/Pengenalan_Sistem_Informasi_Akuntansi

Prosedur



PROSEDUR
Pengertian Prosedur
Pengertian prosedur menurut para ahli :
·   Muhammad Ali (2000 : 325) “Prosedur adalah tata cara kerja atau cara menjalankan suatu pekerjaan”.
·       Widjaja (1995 : 83) “Prosedur adalah sekumpulan bagian yang saling berkaitan misalnya : orang, jaringan gudang yang harus dilayani dengan cara yang tertentu oleh sejumlah pabrik dan pada gilirannya akan mengirimkan pelanggan menurut proses tertentu”.
·       Kamaruddin (1992 : 836 – 837) “Prosedur pada dasarnya adalah suatu susunan yang teratur dari kegiatan yang berhubungan satu sama lainnya dan prosedur-prosedur yang berkaitan melaksanakan dan memudahkan kegiatan utama dari suatu organisasi”.
·        Ismail masya (1994 : 74) mengatakan bahwa “Prosedur adalah suatu rangkaian tugas-tugas yang saling berhubungan yang merupakan urutan-urutan menurut waktu dan tata cara tertentu untuk melaksanakan suatu pekerjaan yang dilaksanakan berulang-ulang”.
Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas maka dapat disimpulkan yang dimaksud dengan prosedur adalah suatu tata cara kerja atau kegiatan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan urutan waktu dan memiliki pola kerja yang tetap yang telah ditentukan.

Prosedur dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan adalah refleksi awal, perencanaan, pelaksanaan, implementasi.
·         Refleksi awal
Tahap awal adalah mengungkapkan faktor penyebab masalah, memprediksi implikasi (akibat yang bisa timbul jika masalah tidak diatasi), dan intervensi (deskripsi beberapa strategi pembelajaran sebagai alternative untuk memecahkan masalah). Jadi penentuan masalah merupakan prosedur awal yang harus dilakukan.
·         Perencanaan
Pada tahap ini rencana tindakan berupa langkah-langkah yang akan dilakukan ditulis secara sistematis dan rinci.

·         Pelaksanaan
Setelah menyusun rencana, kegiatan berikutnya adalah melaksanakan tindakan dan mengamati hasilnya.
·         Implementasi
Implementasi dimaksudkan untuk megidentifikasi kekurangan baik proses maupun hasilnya yang belum menunjukan hasil maksimal.

Sumber :